Senin, 13 Juni 2011

Masalah Kepadatan Penduduk

Posted by IT INDONESIA On 08.35 No comments


Sumber foto :  hilmanurulhaquesadelli.blogspot.com

Menurut Thomas Robert Malthus pertambahan jumlah penduduk adalah seperti deret ukur (1, 2, 4, 8, 16, ...), sedangkan pertambahan jumlah produksi makanan adalah bagaikan deret hitung (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, ...). Hal ini tentu saja akan sangat mengkhawatirkan di masa depan di mana kita akan kerurangan stok bahan makanan.

Masalah kependudukan di Indonesia pada saat ini menjadi sangat rawan bila tidak ada usaha untuk mengelola ledakan penduduk dengan baik, yang merupakan bahaya besar untuk kelangsungan hidup.Bila dilihat dari luas wilayah pada peta penyebaran penduduk terlihat tidak merata di 27 provinsi. 

Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 1990 sekitar 60% penduduk tinggal di pulau jawa, padahal luas pulau jawa hanya 7% dari luas wilayah indonesia. Dilain pihak pulau kalimantan yang luas wilayahnya hanya ditempati oleh 5% dari jumlah penduduknya. Kondisi tersebut menunjukan bahwa kepadatan penduduk Indonesia tidak seimbang, walaupun sudah dilakukan upaya pemerataan melalui program transmigrasi dan gerakan kembali ke Desa dan juga pengendalian jumlah penduduk dengan program KB. Dilihat dari tingkat pertambahan penduduknya Indonesia masih tergolong tinggi, bila tidak di upayakan pengendaliannya akan menimbulkan banyak masalah. 

Masalah kependudukan di Indonesia ini terdiri dari beberapa faktor yaitu masalah akibat angka kelahiran, masalah akibat angka kematian, masalah komposisi jumlah penduduk, masalah angkatan kerja, masalah mobilitas penduduk di Indonesia, masalah kepadatan penduduk di Indonesia, masalah perkawinan dan perceraian. Tingkat pendidikan penduduk yang bekerja, tampak masih rendah dimana tingkat pendidikan yang terbanyak adalah SD, hal tersebut menyebabkan ketidakseimbangan antara permintaan tenaga kerja dengan penawaran tenaga kerja pada suatu tingkat tertentu. 

Untung saja, penduduk Indonesia yang pada tahun 1960-an pernah diramalkan bakal mencapai jumlah sekitar 280 juta di tahun 2000, tidak menepati ramalannya. Andaikan ramalan itu terjadi, barangkali kenaikan harga minyak, tarif dasar listrik (TDL), dan tarif telepon yang menggegerkan Indonesia di awal tahun ini bakal menjadi bulan-bulanan yang lebih dahsyat lagi. 

Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan penduduk :

1. Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran.
 
2. Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.

Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk :

1. Penambahan dan penciptaan lapangan kerja
Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
 
2. Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.
 
3. Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
 
4. Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan
Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.

sumber : http://organisasi.org/cara_untuk_mengatasi_mengurangi_ledakan_penduduk_dan_laju_pertumbuhan_penduduk_ilmu_kependudukan_biologi

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...